Sabtu, 10 Januari 2015

AKU DAN KETERBATASANKU


Inilah aku, dengan segala kondisiku, dengan segala kekuranganku. Aku, yang mungkin tak pernah kau harapkan hadir dalam hidupmu, yang hadir hanya untuk memperkeruh hidupmu. Aku tak pernah meminta dirimu untuk memahami dan memaklumi segala kekuranganku. Dengan sisi kepekaanku yang mungkin, jauh dari kata normal. Sekarang, mungkin iya kau terima dengan suka rela, atau dalam andai ku, setengah hati kau terima. Apakah masih tetap iya untuk waktu yang akan datang? 
Entah sampai kapan hal itu akan bertahan. Suatu saat, dirimu akan bosan, jenuh, dengan aku, dengan segala kekuranganku yang perlahan mulai tak bisa kau terima terus - menerus. Menuntut segala sesuatunya, aku paham dan mengerti hal itu pasti akan terjadi, cepat atau lambat. "Nyaman", sebuah kata yang dulu bisa mereduksi semua keterbatasan ini, mulai tak menampakkan kekuatannya. "Malu", "takut", "resah", itulah kata yang selalu terlintas dalam pikiranku. Ini semua seperti bom waktu bagiku. Berusaha dan berharap, hanya itulah yang bisa aku lakukan. Eksekusi akhir, semua ada pada dirimu, dan akupun hanya bisa menerima. Tak patut untuk memaksa, karena kembali pada posisi awal, aku bukan siapamu. Jika pada akhirnya, Tuhan tak mengharapkan kita bersama, sebuah kata dimana semua orang tak pernah menginginkannya, yang tiba waktunya untuk hadir diantara kita, yaitu "perpisahan". Apalah dayaku untuk menolak, mengingkari, aku hanya bisa menerima dengan ikhlas dan terus berharap keadaan akan kembali membaik. Inilah andaiku, inilah yang selalu hadir dalam pikirku, yang semua ini tak pernah aku harapkan ada dalam perjalanan hidupku. Kembali aku hanya bisa berandai - andai, semoga tak akan pernah terjadi.

Senin, 30 Juni 2014

KAMU

Tak apa jika langitku kelabu sore ini
Jika gerimisku jatuh saat ini
Jika malamku penuh dengan badai

Aku baik-baik saja
Ku hanya ingin sendiri
Hanya ingin habiskan rasa ini
Hanya ingin lukiskan senyummu dalam sepi

Tak apa jika ku menangis saat ini
Jika rindukanmu amat dalam dan perih
Jika harapkanmu ada dan nanti

Aku akan baik-baik saja
Ku hanya ingin kau mengerti
Ini yang ku rasa dan takkan ku ingkari

Ku hanya ingin sendiri
Diam mengunci bibirku dan sendiri

Ini paradeku, ini lintasanku
dan tentangmu yang takkan pernah ku mengerti
Ini ruangku, ini persimpanganku
dan semua tetap tentangmu, tak henti
Ini hatiku, kepinganku, tiadamu, sunyi…

Tak apa jika ku menangis saat ini
Untukmu yang kusayangi
Untuk sebuah rotasi
Untuk kita, kau, aku dan kini
Untuk sebuah alasan yang tak pernah ku pahami


Dan aku akan baik-baik saja
Ku rindu padamu, hanya itu
Ku sayang padamu, tidak karena kau
Ini aku, ini rasaku
Ini cintaku, jika tidak kau, tidak pula aku

Jadi biarkan ku sendiri malam ini
Tak apa jika ku menangis, karena ku masih punya hati
Tuk merasa, tuk meminta, tuk memberi
Tuk berharap, tuk mencinta, dirimu

Itu saja
dan cukup untukku…

Rabu, 21 Mei 2014

PERBEDAAN


Aku beda karena kalian juga berbeda dan membedakan saya dengan yang lain. Mungkin seperti itulah apa yang saya pikirkan namun mencoba untuk tak kurasakan. Atau kalian bersikap beda karena saya sudah berbeda dari dulu? Apa perbedaan ini tidak bisa diterima oleh hati dan akal kalian? Sifat dasar manusia, yang tak mudah menerima perbedaan, dan mengapa hal itu ada disekitar saya? Terlalu banyak tanda tanya dalam diri akan apa yang kalian perbuat terhadap perbedaan. Bisakah kalian disebut teman bila tak bisa menerima perbedaan kita? Apakah aku harus, memakai topeng agar sama? Dengan begitu mudahnya kalian menerimaku dengan tidak apa adanya? Aku terlalu lelah karena sering memakai topeng ini, aku ingin jadi diri sendiri, menjadi seseorang yang berbeda dari yang lain.